Buku Panduan Sistem Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Berbasis Masyarakat Untuk Kawasan Hutan dan Lahan Gambut Tropis di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia

Di Indonesia, kebakaran hutan pada musim kemarau hampir terjadi setiap tahun, membakar wilayah lahan gambut dan hutan yang luas di seluruh Indonesia. Ketika lapisan gambut yang kering, kebakaran dapat membakar akar dan bahan organik tanah selama berhari-hari sampai berbulanbulan, dan menyebar di bawah permukaan tanah, yang walaupun penyebarannya sangat lambat, tetapi tidak hanya menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan manusia dan satwa liar, kabut dari kebakaran juga mengganggu transportasi dan kegiatan ekonomi jutaan orang. Polusi asap sering meluas ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, yang menyebabkan ketidak harmonisan hubungan dengan pemerintah tersebut. Selain itu, pembakaran lahan gambut dan hutan merupakan penyumbang utama gas rumah kaca (GRK) Indonesia. Antara 0,81 dan 2,57 gigaton (Gt) karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ke atmosfer sebagai akibat dari kebakaran hutan yang meluas di Kalimantan dan Sumatra pada tahun 1997. Hal ini setara dengan 13-40% dari emisi karbon rata-rata tahunan global dari bahan bakar fosil.